Admin 02 Jun 2026 13:14

 

Istilah Sales Bahasa Inggris untuk Demand Forecasting

Demand forecasting atau peramalan permintaan merupakan proses penting dalam dunia sales dan supply‑chain. Agar dapat berkomunikasi dengan tim internasional, seorang profesional sales perlu menguasai istilah‑istilah kunci dalam bahasa Inggris. Artikel ini merangkum istilah‑istilah utama beserta penjelasan singkatnya.

1. Forecast (Peramalan)

Forecast adalah prediksi kuantitatif atau kualitatif mengenai permintaan produk di masa mendatang. Dalam konteks penjualan, forecast biasanya berbentuk angka penjualan yang diharapkan per bulan, kuartal, atau tahun.

2. Sales Forecast

Sales forecast khusus menargetkan perkiraan penjualan. Metode yang umum dipakai antara lain:

  • Top‑down forecasting: memulai dari target perusahaan kemudian dibagi ke tiap wilayah.
  • Bottom‑up forecasting: mengumpulkan data dari tim sales lapangan lalu digabungkan.
  • Historical sales analysis: menggunakan data penjualan masa lalu sebagai dasar.

3. Demand Planning

Demand planning mencakup proses lebih luas daripada sekadar forecast. Ia melibatkan analisis faktor eksternal (musiman, tren pasar, promosi) dan internal (kapasitas produksi, kebijakan harga) untuk menghasilkan rencana permintaan yang realistis.

4. Forecast Accuracy (Ketepatan Peramalan)

Ukuran seberapa dekat hasil forecast dengan realisasi penjualan. Indikator umum:

  • Mean Absolute Percentage Error (MAPE)
  • Root Mean Squared Error (RMSE)

5. Sales Pipeline

Serangkaian tahapan calon penjualan mulai dari prospek hingga penutupan. Dalam bahasa Inggris, istilah yang sering dipakai antara lain:

  • Lead – calon pelanggan potensial.
  • Opportunity – prospek yang sudah terverifikasi.
  • Deal atau Closed‑won – transaksi yang berhasil.
  • Closed‑lost – prospek yang tidak jadi.

6. Seasonality (Musiman)

Variasi penjualan yang berulang pada periode tertentu (mis. libur akhir tahun, kembali ke sekolah). Mengetahui seasonality memungkinkan tim sales menyesuaikan target dan promosi.

7. Trend (Tren)

Pergerakan jangka panjang dalam permintaan, bisa naik atau turun. Trend dapat dipengaruhi oleh perubahan perilaku konsumen, inovasi produk, atau kondisi ekonomi.

8. Promotional Lift

Pengaruh tambahan penjualan yang dihasilkan dari kegiatan promosi (diskon, bundling, iklan). Dalam bahasa Inggris istilah ini disebut promotional lift atau sales uplift.

9. Stock‑out

Kondisi kehabisan stok ketika permintaan melebihi persediaan. Stock‑out berdampak pada kepuasan pelanggan dan dapat menurunkan akurasi forecast.

10. Safety Stock

Stok cadangan yang disimpan untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan atau keterlambatan pasokan. Dalam bahasa Inggris disebut safety stock atau buffer stock.

11. Reorder Point (ROP)

Titik di mana perusahaan harus memesan kembali barang agar tidak terjadi stock‑out. Ditentukan dari rata‑rata penggunaan harian dikalikan dengan lead time plus safety stock.

12. Lead Time

Waktu yang dibutuhkan sejak pemesanan barang hingga barang siap dijual. Lead time dapat memengaruhi ukuran safety stock dan frekuensi pemesanan.

13. SKU (Stock Keeping Unit)

Identifikasi unik untuk setiap produk atau varian. Forecast biasanya dibuat per SKU untuk detail akurasi yang lebih tinggi.

14. Collaborative Planning, Forecasting & Replenishment (CPFR)

Model kolaboratif antara produsen, distributor, dan retailer untuk menyelaraskan forecast, rencana produksi, dan pengisian stok. Istilah ini biasanya dipakai dalam ekosistem supply‑chain global.

15. Rolling Forecast

Forecast yang terus diperbarui setiap periode (bulanan atau kuartalan) dengan menambahkan data terbaru dan menggeser horizon peramalan ke depan.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

  • “Our sales forecast for Q3 shows a 12% increase compared to last year.”
  • “We need to adjust the safety stock level because the lead time has increased.”
  • “The promotional lift from the holiday discount was estimated at 8%.”
  • “A rolling forecast helps us stay agile in a volatile market.”

Memahami istilah‑istilah di atas akan membantu tim sales Indonesia berkomunikasi lebih efektif dengan mitra internasional, memperbaiki akurasi peramalan, dan mengoptimalkan persediaan. Selalu perbarui data penjualan, perhatikan faktor musiman, dan manfaatkan teknologi (misalnya AI‑based forecasting) untuk mengurangi kesalahan dan meningkatkan kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan.

Jika Anda ingin mendalami topik ini lebih lanjut, kunjungi APICS atau Supply Chain Brain untuk artikel, webinar, dan studi kasus terbaru.

Cara Berkomunikasi Dengan Supplier Asing


admin
Admin
2026-06-02 13:14:04

Cara Chat Client Asing dalam Bahasa Inggris


admin
Admin
2026-05-19 22:00:18

Cara Mengakhiri Presentasi Dengan Kesan Profesional


admin
Admin
2026-06-02 10:30:14

Cara Membahas Harga Dengan Vendor Internasional


admin
Admin
2026-06-02 13:29:03

Frasa Bahasa Inggris Saat Menyela Presentasi Dengan Sopan


admin
Admin
2026-06-02 10:20:11